Profil kali ini sengaja penulis pilihkan untuk pembaca seorang bapak yang sedikit kocak dan terkesan slengean. kesehariannya yang penuh ceria nan usil membuat penulis tertarik untuk mengangkatnya dalam tulisan kali ini. Bapak satu anak ini namanya loeloes , yang konon katanya asal-muasal namanya yang unik itu berhubungan dengan peristiwa yang sedikit memalukan yang pernah terjadi dalam perjalanan hidupnya. Pada saat pendaftaran Tk beliau tidak lulus disebabkan satu dan lain hal sehingga orangtuanya langsung mengganti namanya dengan nama Lulus (benar atau tidaknya info mohon konfirmasi ke orangnya langsung hehehe, karena kesalahan bisa saja terjadi dan penulis tidak bertanggung jawab atas segala kemungkinan yang terjadi terkait dengan nama tersebut)
Tapi yang ingin penulis angkat dalam tulisan kali ini bukan masalah nama atau asal muasal namanya, tapi lebih kepada sepak terjangnya dalam dunia putsal. memang penulis akui sejak dibentuknya tim putsal di lingkungan profesi (t4 bekerja) beliau salah-satu pemain yang paling aktif. disamping sebagai manager team(??) juga merangkap sebagai pemain yang benar-benar handal memainkan sikulit bundar itu. Dalam dunia profesional, pemain sering menggiring bola hingga kegawang lawan, kalau dengan bapak ini tidak jarang bola yang menghantarnya ke gawang lain. hal seperti ini tidak jarang terjadi baik pada saat sparing maupun latihan sesama team. yacchhh bukan lulus namanya kalu tidak mengandangkan minimal satu kali sikulit bundar ke gawang lawan. (bersambung)
.............................
Kamis, 29 Januari 2009
Rabu, 28 Januari 2009
Alam Banten nan Asri
Momen ini tidak dilewatkan begitu saja oleh fotografer Dikmen ( subdit dilingkungan Direktorat Profesi Pendidik ) untuk mengabadikannya dalam bentuk foto. Dialah Mr. Sardi, sang fotografer handal yang selalu jepret sana jepret sini setiap ada kesempatan. Kali ini giliran saya bersama teman-teman yang dijadikan objeknya. atau tepatnya memang kita yang minta sang fotografer tuk jepretin kameranya. hasilnya memang tidak mengecewakan, kali ini objeknya memang bagus. terbukti dengan keahlian yang dimiliki sang fotografer hasil jepretannya luar biasa...Bapak Ali Pri..(Jaket Biru) terlihat lebih muda dari tampang aslinya, Ibu Ledy (tengah) tambah fresh ketimbang kesehariannya yang sedikit agak cuex, Ibu Mia tambah cantik dengan warna-warninya, walaupun sedikit tidak macth antara krudung, atasan dan bawahan tapi tetap cantik hehehe. Bapak Anang (Jaket Coklat) tambah smart dan elegan layaknya seorang pemimpin ditengah-tengah anak buah. dan saya ( jaket krem ) tetap ganteng seperti aslinya hahaha....
Selasa, 27 Januari 2009
Transportasi......
Setengah jam sudah saya lewati menunggu kereta pagi ini. tapi belum ada tanda-tanda KRL jurusan Jakarta-Bogor akan memasuki stasiun Bogor untuk balik lagi ke Jakarta mengangkut para penumpang yang dari tadi sudah setia menunggu. Penumpang dari berbagai sudut Bogor dengan berbagai tujuan Jakarta dan sekitarnya sudah tidak sabar lagi menunggu, ini jelas terlihat dari tekukan diraut wajah mereka.
Mentari pagi mulai beranjak dan memancarkan hawa panasnya, panasnya mulai menyengat tangan telanjang saya pagi itu, sambil melirik jam yang ada di pergelangan tangan orang yang tepat berdiri di sebelah saya hatiku tetap mengumpat " Apa susahnya on time ?", 08.00 wib, busyet, saya sedikit teriak melihat jarum jam yang tepat menunjuk angka 8 itu...." telat lagi, kapan perkereta-apian Indonesia bisa seperti di negara-negara Eropa sana" bisikku dalam hati...kalau di fikir-fikir memang tidak ada satu pun pelayanan public di negeri yang padat penduduk ini yang pengelolaannya dilakukan secara benar. termasuk moda transportasi yang satu ini. padahal kalau dihitung-hitung pemasukan buat perusaahan pemerintah ini sangat besar. bayangkan berapa ribu warga Bogor dan sekitarnya yang memakai moda ini tiap hari. kemudian bandingkan dengan pelayaannya......pasti pembaca bisa itung sendiri (apalagi yang pernah atau sering naik kereta api)
kalau saya seeh..."Capek Dechh :)"
Mentari pagi mulai beranjak dan memancarkan hawa panasnya, panasnya mulai menyengat tangan telanjang saya pagi itu, sambil melirik jam yang ada di pergelangan tangan orang yang tepat berdiri di sebelah saya hatiku tetap mengumpat " Apa susahnya on time ?", 08.00 wib, busyet, saya sedikit teriak melihat jarum jam yang tepat menunjuk angka 8 itu...." telat lagi, kapan perkereta-apian Indonesia bisa seperti di negara-negara Eropa sana" bisikku dalam hati...kalau di fikir-fikir memang tidak ada satu pun pelayanan public di negeri yang padat penduduk ini yang pengelolaannya dilakukan secara benar. termasuk moda transportasi yang satu ini. padahal kalau dihitung-hitung pemasukan buat perusaahan pemerintah ini sangat besar. bayangkan berapa ribu warga Bogor dan sekitarnya yang memakai moda ini tiap hari. kemudian bandingkan dengan pelayaannya......pasti pembaca bisa itung sendiri (apalagi yang pernah atau sering naik kereta api)
kalau saya seeh..."Capek Dechh :)"
Langganan:
Postingan (Atom)