Selasa, 18 Agustus 2009


My baby, I love U Full Teng….

“Timang timang anak ku sayang, jangan menangis bunda disini…” sepenggal bait lagu yang pernah dipopulerkan salah satu Diva pop Indonesia ini selalu menemaniku dalam menjalani hari-hari bersama sang buah hati. Tidak terasa, kini sudah satu setengah bulan aku menjadi seorang ibu. Itu artinya umur baby ku sudah satu setengah bulan.
Kini hidupku semakin terasa penuh dengan warna dan arti yang menghiasi hari-hariku dengan hadirnya malekat kecilku.
“Lucu, menggemaskan, hehehe….”, kata-kata itu selalu keluar dari bibirku setiap melihat tingkah polahnya yang memang lucu dan unik.
Waktu tidurku yang tidak teratur seakan akan tidak berpengaruh, walaupun sebenranya aku paling tidak bisa begadang. Dengan hadirnya malekat kecilku waktu ku kini mengikuti aturan mainnya. Siang dijadikan malam dan malam menjadi siang. Tapi aku bisa melaluinya dengan penuh semangat dan penuh kesabaran. Mencurahkan segala perhatian, cinta dan sayang untuk baby dan keluargaku.
Setiap berganti hari selalu ada perubahan yang terjadi dalam perkembangan baby ku. Tangisan seorang baby yang selama ini aku impikan kehadirannya dalam keluargaku kini menjadi kenyataan. My dream comes true….Celotehan celotehan lucu yang keluar dari bibir mungilnya terkadang membuat aku lupa, bahwa yang dihadapi ini adalah anak kandung ku.
Seakan tak percaya, tapi ini nyata. Alhamdulillah ya Allah atas segala karunia yang Engkau berikan Aku akan menjaga titipan yang Engkau percayakan pada saya dengan sepenuh hati.Sekarang tanggung jawabku nambah, sudah bertambah yang harus diperhatikan dan yang diurus. Kehadiran malekat kecilku menjadi obat dikala lelah dan bosan melanda dalam menjalani keseharianku sebagai ibu rumah tangga. Teman dikala sendiri, ketika rasa kesepian melanda saat suami dinas, dan juga sebagai teman curhat yang selalu setia mendengar segala curahan hatiku walaupun sebenarnya dia belum tau apa yang aku ucapkan. Dengan hanya melihat wajah inocentnya semua masalah terasa teratasi. Obat mujarab yang tiada tandingannya. Inilah berkah luar bissa yang aku rasakan dengan hadirnya my baby. I love u full teng my baby…jujur sebenarnya aku sudah tidak sabar menunggu anak aku bisa didandani, pakai baju dan sepatu yang lucu. Jalan-jalan cuci mata ke tempat tempat yang biasa aku kunjungi bersama suamiku. Aku membayangkan betapa seru dan asyiknya saat-saat seperti itu…oh my God, plz give me the chance for that time. Tapi aku sadar setiap berganti waktu selalu ada hal baru yang ditunjukkan baby ku so tiap hari aku selalu have an enjoy time with my baby. Sehingga tidak ada rasa bosan menunggu waktu itu tiba. Thanks God!!!


Jumat, 06 Februari 2009

Waktu

Jakarta- Andaikan waktu dapat diulang, pasti semua orang akan membuat hidupnya lebih indah. Mereka akan mewarnai perjalanan hidupnya dengan tinta warna-warni yang cerah. Canvas kehidupannya pun lebih bergairah, lebih bermakna dan lebih terarah. Tapi apa benar semuanya akan lebih baik seandainya diberi kemampuan oleh Yang Maha Kuasa untuk merubah waktu? Kemungkinan itu selalu ada peluang, so jawabannya dapat ya dapat juga tidak. jika dikembangkan lagi, kira-kira peluangnya berapa persen?
10%, 20%, 50% atau berapa? Hal ini tidak dapat dihitung secara matematis, tergantung tekat dan kemauan.

Kisah seorang Raja yang berkuasa. Ketika butuh dukungan suara, janji setinggi langit, setelah dapat apa yang diinginkan jangankan realisasi janji pendukung sendiri dilupakan, rakyat kecewa, menderita karena aspirasinya tidak pernah didengar, janji yang dulu dielu-elukan fro rakyat hanya tinggal janji (just lips service). Waktu berkuasa terus berjalan hingga masa tugas pun berakhir. Lalu mencalonkan diri dalam pemilihan berikutnya. Dengan wajah dan janji yang dikemas dengan tampilan baru sang Raja pun ikut dalam kontes. Berkat pengalaman dan kepiawaian yang dimiliki pestapun dikuasai. Akhirnya menjabat kembali dengan pola lama. Janji manis waktu mendulang suara rakyat pun hanyut bersama euporia kemenangan. Sang Raja naik tahta untuk kedua kalinya. Format kepemimpinan lama muncul kembali, rezim dikembangbiakkan.

Kisah di atas dapat dilihat bahwa sang raja sebetulnya telah diberi kesempatan kedua (mengulang waktu). Pada kesempatan kedua seharusnya dipergunakan untuk memperbaiki kesalahan, menjadikan pengalam yang kemarin jadi guru dan acuan untuk melangkah lebih lanjut. Mendengarkan aspirasi rakyat, mempelajari/menganalisa dan melaksanakan kalau memang itu baik untuk kemaslahatan bersama. Memprioritaskan kesejahterakan rakyat. Kenyataannya Sang Raja tetap dengan gaya kepemimpinan lamanya. Rakyat tetap merana dan menderita.

Kalau dilihat dari perspektif yang berbeda, jika seandainya kita dapat mengulang waktu. Semua yang dilakukan dapat jadi berantakan dan asal, dalam artian lari dari koridor hukum yang berlaku. Karena dalam fikiran kita dapat saja muncul ” ga apa-apa nanti dapat di perbaiki ko’ ”. Masih ada harapan untuk mengembalikan keadaan ke bentuk semula. Kalau ini terjadi, maka semua akan semena-mena, melakukan sesuatu dengan seenak dengkulnya. Karena kalaupun salah masih dapat diulang untuk membuat kebaikan. Jadi dapat dibayangkan betapa crowded hidup ini.

Jadi menurut anda, apakah mengulang waktu itu selalu mendatangkan kebaikan dalam hidup? Apakah anda pernah merenungkan kembali impian anda untuk dapat mengulang waktu? Atau apakah sampai saat ini anda masih sering menghayal untuk dapat mengulang waktu? Tanpa sadar sering kita mengeluh, ”andaikan saya dapat mengulang waktu”. Tapi apa pernah kita fikirkan dampak besar yang akan timbul jika kita benar-benar dapat mengulang waktu. Tidak hanya kebaikan yang akan muncul, malah dapat-dapat bahaya besar yang akan menimpa jika hal ini terjadi. Maka alngkah Agungnya sang Pencipta yang menciptakan anak cucu adam dalam keterbatasan.

Rabu, 04 Februari 2009

Demonstrasi yang Demokratis

Jakarta- Demonstrasi anarkis di depan gedung DPRD Sumatera Utara tanggal 2 Februari 2009 yang dilakukan sekelompok masyarakat, menuntut berdirinya Provinsi Tapanuli setidaknya telah mencoreng demokrasi yang begitu dibanggakan masyarakat medan pada umumnya. Akibat dari peristiwa itu, Nyawa orang nomor satu di DPRD (Abdul Aziz Angkat) melayang sia-sia. Demonstrasi-demonstrasi serupa sebenarnya sering sekali terjadi baik di pusat maupun daerah di negara yang konon katanya berazaskan demokrasi Pancasila ini.

Seputar kematian ketua DPRD ini masih simpang siur, ada yang bilang akibat serangan jantung yang dideritanya, ada juga yang mengatakan beliau digebukin sehingga sakit jantungnya kambuh. tapi apapun alasannya, demonstarsi dengan kekerasan tidak dibenarkan. apalagi sampai memakan korban hingga meninggal dunia.

Menilik tujuan dibentuknya provinsi baru memang mulia, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tapi untuk mendapatkan kesejahteraan itu harus melukai , merampas hak orang lain, bahkan merampas nyawanya, apakah bisa ditoleransi? apakah masuk dalam koridor demokrasi? kenapa untuk menciptakan kebaikan (meningkatkan taraf hidup masyarakat) tidak dimulai dengan cara yang baik juga. banyak cara yang lebih bijak yang dapat dilakukan dalam hal berdemonstarsi tanpa harus arak-arakan dijalan sehingga mengganggu pemakai jalan, apalagi sampai ada yang merusak fasilitas umum. atau bahkan saling bentrok antara pihak keamanan dengan demonstran seperti yang sering kita saksikan hampir setiap hari.

Bisakah para demonstran mengungkapkan aspirasinya dengan berdemonstrasi yang sesuai dengan kaidah-kaidah Demokrasi? demo yang tertib, tidak mengganggu pihak-pihak lain apalagi merusak fasilitas umum, penyampaian ide-idenya dengan tatakrama kesopanan kayaknya lebih menyentuh visi dan misi daripada demo itu.
Bandingkan dengan cara-cara kekerasan, perusakan fasilitas umum, blokade jalanan, atau bahkan bentrok fisik antara pihak yang punya wewenang dengan pendemo atau bahkan dengan aparat keamanan. Kalau dengan cara seperti ini, jangankan sasaran yang ingin dicapai malah persoalan baru akan muncul yang ujung-ujungnya masyarakat yang lebih sengsara.

Semoga demonstran-demonstran yang hobby akan demonstrasinya, apakah demo yang mengatas-namakan rakyat (masyarakat) atau golongan tertentu agar melaksanakan demonstrasi yang demokrasi.

Kamis, 29 Januari 2009

Lulus Kah Anda???

Profil kali ini sengaja penulis pilihkan untuk pembaca seorang bapak yang sedikit kocak dan terkesan slengean. kesehariannya yang penuh ceria nan usil membuat penulis tertarik untuk mengangkatnya dalam tulisan kali ini. Bapak satu anak ini namanya loeloes , yang konon katanya asal-muasal namanya yang unik itu berhubungan dengan peristiwa yang sedikit memalukan yang pernah terjadi dalam perjalanan hidupnya. Pada saat pendaftaran Tk beliau tidak lulus disebabkan satu dan lain hal sehingga orangtuanya langsung mengganti namanya dengan nama Lulus (benar atau tidaknya info mohon konfirmasi ke orangnya langsung hehehe, karena kesalahan bisa saja terjadi dan penulis tidak bertanggung jawab atas segala kemungkinan yang terjadi terkait dengan nama tersebut)
Tapi yang ingin penulis angkat dalam tulisan kali ini bukan masalah nama atau asal muasal namanya, tapi lebih kepada sepak terjangnya dalam dunia putsal. memang penulis akui sejak dibentuknya tim putsal di lingkungan profesi (t4 bekerja) beliau salah-satu pemain yang paling aktif. disamping sebagai manager team(??) juga merangkap sebagai pemain yang benar-benar handal memainkan sikulit bundar itu. Dalam dunia profesional, pemain sering menggiring bola hingga kegawang lawan, kalau dengan bapak ini tidak jarang bola yang menghantarnya ke gawang lain. hal seperti ini tidak jarang terjadi baik pada saat sparing maupun latihan sesama team. yacchhh bukan lulus namanya kalu tidak mengandangkan minimal satu kali sikulit bundar ke gawang lawan. (bersambung)

.............................

Rabu, 28 Januari 2009

Alam Banten nan Asri

Banten-Panorama alam pegunungan cipeucang memang tidak kalah indah dengan tempat-tempat wisata lain. Hamparan sawah yang meng-hijau, dan pepohonan yang menjulang membuat suasana semakin asri nan sejuk. Indah nian alam desa ini, sehingga membuat pengunjung yang datang ketempat ini akan betah berlama-lama menghabiskan waktunya untuk merecharge energi dan fikiran yang terkikis oleh rutinitas Jakarta yang sesak. Sesekali terdengar suara mesin motor yang lewat, menambah nuansa alam pedesaan yang tenang dan segar.
Momen ini tidak dilewatkan begitu saja oleh fotografer Dikmen ( subdit dilingkungan Direktorat Profesi Pendidik ) untuk mengabadikannya dalam bentuk foto. Dialah Mr. Sardi, sang fotografer handal yang selalu jepret sana jepret sini setiap ada kesempatan. Kali ini giliran saya bersama teman-teman yang dijadikan objeknya. atau tepatnya memang kita yang minta sang fotografer tuk jepretin kameranya. hasilnya memang tidak mengecewakan, kali ini objeknya memang bagus. terbukti dengan keahlian yang dimiliki sang fotografer hasil jepretannya luar biasa...Bapak Ali Pri..(Jaket Biru) terlihat lebih muda dari tampang aslinya, Ibu Ledy (tengah) tambah fresh ketimbang kesehariannya yang sedikit agak cuex, Ibu Mia tambah cantik dengan warna-warninya, walaupun sedikit tidak macth antara krudung, atasan dan bawahan tapi tetap cantik hehehe. Bapak Anang (Jaket Coklat) tambah smart dan elegan layaknya seorang pemimpin ditengah-tengah anak buah. dan saya ( jaket krem ) tetap ganteng seperti aslinya hahaha....





Selasa, 27 Januari 2009

Transportasi......

Setengah jam sudah saya lewati menunggu kereta pagi ini. tapi belum ada tanda-tanda KRL jurusan Jakarta-Bogor akan memasuki stasiun Bogor untuk balik lagi ke Jakarta mengangkut para penumpang yang dari tadi sudah setia menunggu. Penumpang dari berbagai sudut Bogor dengan berbagai tujuan Jakarta dan sekitarnya sudah tidak sabar lagi menunggu, ini jelas terlihat dari tekukan diraut wajah mereka.
Mentari pagi mulai beranjak dan memancarkan hawa panasnya, panasnya mulai menyengat tangan telanjang saya pagi itu, sambil melirik jam yang ada di pergelangan tangan orang yang tepat berdiri di sebelah saya hatiku tetap mengumpat " Apa susahnya on time ?", 08.00 wib, busyet, saya sedikit teriak melihat jarum jam yang tepat menunjuk angka 8 itu...." telat lagi, kapan perkereta-apian Indonesia bisa seperti di negara-negara Eropa sana" bisikku dalam hati...kalau di fikir-fikir memang tidak ada satu pun pelayanan public di negeri yang padat penduduk ini yang pengelolaannya dilakukan secara benar. termasuk moda transportasi yang satu ini. padahal kalau dihitung-hitung pemasukan buat perusaahan pemerintah ini sangat besar. bayangkan berapa ribu warga Bogor dan sekitarnya yang memakai moda ini tiap hari. kemudian bandingkan dengan pelayaannya......pasti pembaca bisa itung sendiri (apalagi yang pernah atau sering naik kereta api)
kalau saya seeh..."Capek Dechh :)"