Setengah jam sudah saya lewati menunggu kereta pagi ini. tapi belum ada tanda-tanda KRL jurusan Jakarta-Bogor akan memasuki stasiun Bogor untuk balik lagi ke Jakarta mengangkut para penumpang yang dari tadi sudah setia menunggu. Penumpang dari berbagai sudut Bogor dengan berbagai tujuan Jakarta dan sekitarnya sudah tidak sabar lagi menunggu, ini jelas terlihat dari tekukan diraut wajah mereka.
Mentari pagi mulai beranjak dan memancarkan hawa panasnya, panasnya mulai menyengat tangan telanjang saya pagi itu, sambil melirik jam yang ada di pergelangan tangan orang yang tepat berdiri di sebelah saya hatiku tetap mengumpat " Apa susahnya on time ?", 08.00 wib, busyet, saya sedikit teriak melihat jarum jam yang tepat menunjuk angka 8 itu...." telat lagi, kapan perkereta-apian Indonesia bisa seperti di negara-negara Eropa sana" bisikku dalam hati...kalau di fikir-fikir memang tidak ada satu pun pelayanan public di negeri yang padat penduduk ini yang pengelolaannya dilakukan secara benar. termasuk moda transportasi yang satu ini. padahal kalau dihitung-hitung pemasukan buat perusaahan pemerintah ini sangat besar. bayangkan berapa ribu warga Bogor dan sekitarnya yang memakai moda ini tiap hari. kemudian bandingkan dengan pelayaannya......pasti pembaca bisa itung sendiri (apalagi yang pernah atau sering naik kereta api)
kalau saya seeh..."Capek Dechh :)"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
sabar ....sabar .... sabar....menunggu ..... hingga kereta terahir
BalasHapusyach memang hiduplu sudah susah...live with it..
BalasHapussiapa yang suruh naik kereta kalau sudah tahu keadaannya?
Bete nih ceritanya? Hm.. nikmati aja dulu. Nanti kalo jadi orang sukses kan susah lagi tuh dapetin momentnya! Hehe...
BalasHapusin yur dream boy...dah keliatan dari raut wajah dan garis tangan...you cant changes that your destiny make from GOD
BalasHapus